transliterasi

Sabtu, 23 November 2013

Salahkah




                                                                         Rasa ini...
Seakan meledak
Saat berpapas denganmu...
Kau mampu saja
Meninggikan rasa di benakku
Aku seakan melayang...
Menikmati senyummu...
Seakan aku terjungkal....
Terbuai terlena oleh keindahanmu
Tuhan...
Dosakah diri ini...
Salahkah rasa ini...
Tuhan...
Aku masih kuasa
Meski hampir meledak
Menahan pepat rasa ini
Yang telah dibangkitkan
Oleh dia yang lemahkan jiwa

Bayangmu




Goresan wajah di sudut itu
Membangunkan rasaku di hatimu
Meniup halusnya rautmu
Yang mencuat di depanku
Tuhan memang benar
Memberiku ukiran gambar
Di depanku berkobar
Beranjak rasa terbakar
Rasaku naik turun
Meniti dalamnya hatimu
Mataku enggan terjaga
Mengaitkan kelebat raut wajahmu
Hati kecil ini berkata
“itu titipan Tuhan, jagalah”
Rasaku taklukoleh hatiku
Biarpun jiwaku makin ngantuk
Padia...
Bila ini yang Dia mau
Biar ku simpan rasaku
Hanya untukmu dan Dia
Aku mengagumimu...

Hatiku Hatimu


                                                                Langkah kecil itu
Menghentikanku di hadapmu
Berpapas hatiku hatimu
Yang senantiasa berseru
Alunan nadiku tersontak
Ketikalangkahmu meminta
Hentikan langkah di depan hati itu
Untuk menerima sapaan lembutmu
Terasa cepat degub jantungku
Tersentuh irama jiwamu
Yang tertawa dalam relungku
Untuk mendekap kerasnya hatiku
Hatiku hatimu
Mungkin menyatu
Tuhan, mungkinkan itu...!!!

mereka belum tahu




Percikan sejuk tuturmu
Memercik dalam hatiku
Menegakkan semangat hidupku
Yang senantiasa kau dekapi itu...
Tuturmu selalu mampu
Menggelorakan rasa kalbu
Menerbangkan segenap asaku
Pemberi irama alunan langkahku
Mereka belum tahu
Entah tak mau tahu
Akan kelembutan hatimu
Yang terbias dalam tutur katamu
Jangan segan untuk itu
Biar aku lebih mampu
Tak perlu sungkan menepuku
Biar terarah jangkah kakiku
Melangkahlah untuk itu!!!

Akankah



Lembut tutur katamu
Membasuh kelesuan hatiku
Yang terbawa dunia semu
Seolah aku ditipu
Raut indah wajah lugumu
Mendamaikan ratapan hatiku
Mencairkan rasa beku
Yang sempat layu
Tuhan, siapakah dia
Biarlah jiwaku dekatinya
Meski kusingkiri hati kecilnya
Tuhan... akankah itu?!